Lewati ke konten
Gaya Hidup Sehat

Premarital Check Up yang Penting Sebelum Menikah untuk Mempersiapkan Kehamilan Sehat

Tim MitraMedic 27 Jul 2026

Menikah bukan tentang mempersiapkan pesta atau kehidupan bersama, tetapi juga mempersiapkan kesehatan sebagai fondasi membangun keluarga. Salah satu langkah penting yang sering terlupakan adalah premarital check up, yaitu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum menikah untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan, mendeteksi penyakit yang mungkin tidak bergejala, serta mempersiapkan kehamilan yang sehat di masa mendatang.

Organisasi kesehatan dunia (WHO), American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menekankan pentingnya preconception care, yaitu upaya meningkatkan kesehatan calon ayah dan ibu sebelum terjadinya kehamilan. Melalui pemeriksaan dini, berbagai faktor risiko dapat dikenali dan ditangani sehingga dapat meningkatkan peluang memperoleh kehamilan yang sehat dan menurunkan risiko komplikasi pada ibu maupun bayi.

Apa Itu Premarital Check Up?

Premarital check up adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan fisik, laboratorium, dan konseling yang dilakukan oleh calon pengantin sebelum menikah. Tujuan utamanya bukan untuk menentukan seseorang layak menikah atau tidak, tetapi untuk:

- Mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan.

- Mendeteksi penyakit menular maupun penyakit kronis sejak dini.

- Menilai kesiapan kesehatan reproduksi.

- Mengurangi risiko komplikasi saat kehamilan.

- Mencegah penularan penyakit kepada pasangan maupun calon bayi.

- Memberikan edukasi mengenai gaya hidup sehat dan perencanaan kehamilan.

Idealnya, pemeriksaan dilakukan 3–6 bulan sebelum menikah, sehingga masih tersedia waktu untuk pengobatan, vaksinasi, maupun perbaikan status kesehatan apabila diperlukan.

Mengapa Premarital Check Up Penting?

Banyak penyakit tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Tanpa pemeriksaan, seseorang dapat membawa penyakit infeksi, kelainan genetik, atau gangguan metabolik yang baru diketahui setelah menikah atau saat kehamilan berlangsung.

Premarital check up membantu:

- Mengidentifikasi anemia sebelum kehamilan.

- Menemukan diabetes atau hipertensi yang belum terdiagnosis.

- Mendeteksi infeksi menular seksual.

- Mengetahui status kekebalan terhadap penyakit tertentu.

- Menemukan pembawa sifat (carrier) penyakit genetik seperti talasemia.

  • Menurunkan risiko cacat bawaan melalui persiapan kehamilan yang optimal.

Pre marital check up

Jenis Premarital Check Up yang Direkomendasikan

1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik

Dokter akan mengevaluasi:

- Riwayat penyakit pribadi.

- Penyakit keturunan dalam keluarga.

- Riwayat operasi.

- Riwayat alergi.

- Penggunaan obat rutin.

- Riwayat menstruasi.

- Riwayat kehamilan sebelumnya (jika ada).

- Gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, dan pola makan.

Pemeriksaan fisik meliputi:

- Berat badan

- Tinggi badan

- Indeks Massa Tubuh (IMT)

- Tekanan darah

- Pemeriksaan jantung

- Pemeriksaan paru

- Pemeriksaan payudara

- Pemeriksaan organ reproduksi sesuai indikasi.

2. Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count)

Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi:

- Anemia

- Infeksi

- Gangguan pembekuan darah

- Kelainan sel darah

- Anemia sebelum kehamilan diketahui meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah.

3. Golongan Darah dan Faktor Rhesus

Pemeriksaan golongan darah penting terutama bila pasangan memiliki rhesus yang berbeda.

Ketidakcocokan rhesus dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan berikutnya apabila tidak ditangani dengan baik.

4. Gula Darah

Skrining diabetes dilakukan menggunakan:

- Gula darah puasa

- HbA1c sesuai indikasi

Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko:

- Keguguran

- Preeklampsia

- Bayi besar (makrosomia)

- Kelainan bawaan.

5. Pemeriksaan Fungsi Ginjal dan Hati

Pemeriksaan ini penting terutama pada individu dengan:

- Hipertensi

- Diabetes

- Obesitas

- Riwayat penyakit hati

- Penggunaan obat jangka panjang.

6. Skrining Penyakit Menular

Beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan antara lain:

- HIV

- Hepatitis B

- Hepatitis C sesuai faktor risiko

- Sifilis (VDRL/RPR)

- Gonore dan Klamidia sesuai indikasi klinis atau faktor risiko

Deteksi dini memungkinkan terapi sebelum kehamilan sehingga risiko penularan kepada pasangan maupun bayi dapat ditekan.

7. Skrining Talasemia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka pembawa sifat talasemia yang cukup tinggi.

Apabila kedua pasangan merupakan carrier, terdapat risiko sekitar 25% memiliki anak dengan talasemia mayor pada setiap kehamilan.

Pemeriksaan dapat meliputi:

- Indeks eritrosit

- Elektroforesis hemoglobin atau pemeriksaan lain sesuai indikasi.

8. Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Wanita

Sesuai usia dan kondisi masing-masing, dokter dapat menyarankan:

- Pap smear

- HPV DNA Test

- Pemeriksaan panggul

- USG transvaginal bila diperlukan.

Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi:

- Kanker serviks

- Infeksi

- Mioma

- Kista ovarium

- Kelainan organ reproduksi lainnya.

9. Pemeriksaan Kesuburan

Tidak semua pasangan memerlukan pemeriksaan fertilitas sebelum menikah.

Namun evaluasi dapat dipertimbangkan bila terdapat:

- Riwayat infertilitas

- Gangguan menstruasi

- Riwayat operasi reproduksi

- Riwayat gondongan setelah pubertas pada pria

- Penyakit yang memengaruhi kesuburan.

- Pada pria dapat dilakukan analisis sperma bila ada indikasi medis.

10. Pemeriksaan TORCH: Apakah Perlu?

TORCH terdiri dari:

- Toxoplasma

- Rubella

- Cytomegalovirus

- Herpes simplex

- Pemeriksaan TORCH tidak direkomendasikan sebagai skrining rutin pada semua calon pengantin.

- Pemeriksaan hanya dilakukan bila terdapat indikasi klinis atau faktor risiko tertentu, sesuai rekomendasi berbagai organisasi profesi internasional.

- Vaksinasi Sebelum Menikah

Selain pemeriksaan laboratorium, vaksinasi juga menjadi bagian penting dalam persiapan kehamilan.

Dokter dapat merekomendasikan:

- Vaksin HPV

- Hepatitis B

- MMR (Measles, Mumps, Rubella)

- Varisela bila belum memiliki kekebalan

- Influenza sesuai musim dan kondisi kesehatan

Beberapa vaksin hidup, seperti MMR dan varisela, memerlukan penundaan kehamilan selama sekitar 1 bulan setelah pemberian.

Persiapan Kehamilan yang Tidak Kalah Penting

Selain pemeriksaan medis, calon pasangan juga dianjurkan:

- Mengonsumsi asam folat 400 mikrogram per hari minimal satu bulan sebelum hamil.

- Menghentikan kebiasaan merokok.

- Menghindari konsumsi alkohol.

- Menjaga berat badan ideal.

- Berolahraga secara rutin.

- Tidur cukup.

- Mengelola stres.

- Mengontrol penyakit kronis sebelum kehamilan.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Premarital Check Up?

Waktu yang paling dianjurkan adalah sekitar 3–6 bulan sebelum pernikahan atau sebelum mulai merencanakan kehamilan. Rentang waktu ini memberikan kesempatan untuk menyelesaikan vaksinasi, menjalani pengobatan bila diperlukan, memperbaiki status gizi, dan mengoptimalkan kondisi kesehatan sebelum konsepsi.

Kesimpulan

Premarital check up merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi calon suami, calon istri, dan calon buah hati. Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah ilmiah untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mempersiapkan kehamilan yang sehat, dan menurunkan risiko komplikasi pada ibu maupun bayi.

Tidak semua pasangan membutuhkan jenis pemeriksaan yang sama. Dokter akan menentukan pemeriksaan berdasarkan usia, riwayat kesehatan, faktor risiko, dan rencana kehamilan. Dengan melakukan premarital check up lebih awal, pasangan dapat memasuki kehidupan pernikahan dengan kondisi kesehatan yang lebih optimal dan siap menyambut kehamilan yang sehat.

Melakukan pre marital check up bisa dilakukan di Penang. Beberapa RS bisa menjadi pilihan untuk pre marital check up karena memiliki fasilitas terbaru dan lengkap

Salah satunya di Sunway Medical Centre Penang.

Pre-Marital Health Screening Package: RM198

  • Package Includes:
  • General Health Screening
  • Full Blood Count
  • Urine Analysis (FEME)
  • Infectious Disease Screening
  • HIV Screening
  • Syphilis Screening (VDRL)
  • Hepatitis B Antigen & Antibody
  • Blood Group (ABO & Rh) Screening
  • Consultation by Health Screening Doctor

Who Is This Package For?

  • Couples planning to get married
  • Couples preparing for pregnancy

Optional Add-On Tests:

  • Rubella IgG Immunity Screening
  • Thalassemia Screening
  • Hepatitis A Screening
  • Hepatitis C Screening

*Add-on tests are available at additional charges.

Pre marital check up Penang

Hubungi MitraMedic sekarang untuk mendapatkan saran dari tim medis kami dan membuat appointment pemeriksaan pre marital check up.

Referensi:

- World Health Organization (WHO). Preconception Care: Maximizing the Gains for Maternal and Child Health. Geneva: WHO.

- World Health Organization. Sexual and Reproductive Health Guidelines (2023–2025).

- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Prepregnancy Counseling. Committee Opinion No. 762 (reaffirmed 2024).

- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Preconception Health and Health Care (updated 2024).

- American Society for Reproductive Medicine (ASRM). Optimizing Natural Fertility (2024).

- International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). Good Clinical Practice Advice: Preconception Care (2023).

- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Pelayanan Prakonsepsi (edisi terbaru).

- Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Rekomendasi pelayanan prakonsepsi dan kesehatan reproduksi.

- Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG). Pre-pregnancy Advice (2023).

© 2026 DSR / MitraMedic

Kembali ke Artikel
Konsultasi