Persiapan Persalinan Sebaiknya Dimulai Kapan?
Menjelang hari perkiraan lahir (HPL), berbagai persiapan mulai perlu dilakukan. Bukan hanya menyiapkan pakaian ibu dan bayi, tetapi juga memastikan dokumen, transportasi, pendamping, serta rencana mendapatkan pertolongan medis sudah tersedia.
Persalinan merupakan proses yang dapat berkembang dengan cepat. Karena itu, memiliki rencana persalinan dan kesiapan menghadapi keadaan yang tidak terduga dapat membantu ibu dan keluarga mengambil keputusan dengan lebih tenang.
Persiapan ini juga sebaiknya dibicarakan bersama dokter atau bidan yang memantau kehamilan. WHO menempatkan pelayanan antenatal sebagai kesempatan penting untuk melakukan pemantauan ibu dan janin, memberikan informasi, serta membantu ibu dan keluarga mempersiapkan persalinan.
1. Siapkan Tas Persalinan untuk Ibu
Salah satu persiapan paling praktis adalah membuat tas persalinan beberapa waktu sebelum HPL.
Pakaian ibu
Masukkan beberapa pakaian yang nyaman dan mudah digunakan, seperti:
• Daster atau baju tidur yang longgar.
• Baju dengan bukaan depan untuk memudahkan menyusui.
• Pakaian dalam.
• Bra menyusui.
• Kain atau celana yang nyaman.
• Jaket atau cardigan bila diperlukan.
• Sandal.
Pilih pakaian yang mudah dipakai dan tidak terlalu ketat, terutama karena tubuh masih mengalami perubahan setelah melahirkan.
Perlengkapan kebersihan
Beberapa perlengkapan pribadi yang dapat dibawa:
• Sikat gigi dan pasta gigi.
• Sabun.
• Sampo.
• Handuk.
• Sisir.
• Tisu.
• Perlengkapan perawatan pribadi.
• Pembalut nifas sesuai kebutuhan.
Jumlah perlengkapan dapat disesuaikan dengan lama perawatan dan kebijakan rumah sakit.
2. Siapkan Perlengkapan Bayi
Bayi juga membutuhkan tas khusus agar perlengkapannya mudah ditemukan.
Checklist perlengkapan bayi baru lahir:
☐ Baju bayi
☐ Popok bayi
☐ Kain bedong atau selimut
☐ Kain atau handuk bayi
☐ Sarung tangan bila diperlukan
☐ Kaus kaki bila diperlukan
☐ Topi bayi bila diperlukan
☐ Pakaian untuk pulang
Pilih pakaian berbahan lembut dan nyaman. Hindari membawa terlalu banyak barang yang belum tentu digunakan.
Jika bayi akan dibawa pulang menggunakan mobil, orang tua juga perlu memperhatikan keamanan perjalanan dan menggunakan car seat yang sesuai untuk bayi.
3. Jangan Lupakan Dokumen Penting
Dokumen administrasi merupakan bagian yang sering terlupakan ketika keluarga fokus mempersiapkan perlengkapan ibu dan bayi.
Siapkan satu map khusus berisi:
☐ KTP ibu
☐ KTP pasangan
☐ Kartu Keluarga
☐ Buku KIA
☐ Buku nikah atau dokumen perkawinan
☐ Dokumen jaminan kesehatan jika digunakan
☐ Surat rujukan bila ada
☐ Hasil pemeriksaan laboratorium
☐ Hasil USG atau pemeriksaan lain yang diperlukan
☐ Dokumen administrasi rumah sakit
Persyaratan dapat berbeda antara satu fasilitas kesehatan dengan fasilitas lainnya, sehingga sebaiknya keluarga menanyakan ketentuan administrasi kepada rumah sakit sebelum hari persalinan.
4. Persiapkan Dokumen untuk Surat Keterangan Lahir dan Akta Kelahiran
Setelah bayi lahir, keluarga biasanya perlu melanjutkan proses administrasi kelahiran.
Karena persyaratan dapat mengikuti ketentuan fasilitas kesehatan dan administrasi kependudukan yang berlaku, keluarga sebaiknya menanyakan sejak sebelum persalinan mengenai dokumen yang dibutuhkan.
Dokumen yang umumnya perlu dipersiapkan dapat mencakup:
• KTP orang tua.
• Kartu Keluarga.
• Buku nikah atau dokumen perkawinan.
• Dokumen kelahiran dari fasilitas kesehatan.
• Formulir atau dokumen lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Tips: simpan dokumen asli dalam map khusus dan siapkan salinan apabila diperlukan.
5. Buat Birth Plan
Birth plan adalah rencana atau preferensi ibu mengenai proses persalinan yang dapat didiskusikan dengan tenaga kesehatan.
Beberapa hal yang dapat dibicarakan meliputi:
• Siapa yang akan menjadi pendamping.
• Pilihan metode persalinan sesuai kondisi medis.
• Pilihan pengelolaan nyeri yang tersedia.
• Posisi atau mobilisasi selama persalinan bila memungkinkan.
• Kontak kulit ke kulit setelah bayi lahir.
• Inisiasi menyusu dini bila kondisi ibu dan bayi memungkinkan.
• Rencana menyusui.
• Apa yang perlu dilakukan jika terjadi kondisi yang membutuhkan tindakan medis.
Namun, birth plan sebaiknya bersifat fleksibel.
Persalinan tidak selalu berlangsung sesuai rencana. Apabila kondisi ibu atau bayi membutuhkan tindakan medis tertentu, keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas.
WHO merekomendasikan pelayanan persalinan yang berpusat pada perempuan, termasuk komunikasi yang baik, penghormatan terhadap martabat ibu, dukungan selama proses persalinan, dan keterlibatan ibu dalam pengambilan keputusan sejauh kondisi memungkinkan.
6. Persiapkan Mental Menghadapi Persalinan
Menjelang persalinan, ibu mungkin merasakan campuran antara bahagia, takut, cemas, dan tidak sabar.
Hal tersebut dapat menjadi bagian dari pengalaman kehamilan.
Untuk membantu meningkatkan kesiapan, ibu dapat:
• Mengikuti kelas persiapan persalinan.
• Mempelajari proses persalinan.
• Berlatih teknik pernapasan dan relaksasi.
• Berdiskusi dengan pasangan.
• Menyampaikan ketakutan kepada dokter atau bidan.
• Mencari informasi dari sumber kesehatan yang terpercaya.
• Menentukan siapa yang akan menjadi pendamping.
Pelayanan antenatal yang baik bukan hanya berfokus pada pemeriksaan fisik, tetapi juga memberikan informasi, dukungan, dan membantu ibu mendapatkan pengalaman kehamilan yang positif.
7. Tentukan Transportasi Menuju Rumah Sakit
Jangan menunggu kontraksi mulai teratur untuk menentukan siapa yang akan mengantar.
Sebelum HPL, pastikan keluarga sudah mengetahui:
• Rumah sakit tujuan.
• Rute menuju rumah sakit.
• Rute alternatif.
• Kendaraan yang akan digunakan.
• Siapa yang akan mengantar.
• Nomor kontak fasilitas kesehatan.
• Pilihan transportasi cadangan.
Untuk ibu dengan kondisi kehamilan tertentu, dokter dapat memberikan instruksi khusus mengenai kapan harus datang ke rumah sakit.
8. Kenali Tanda-Tanda Persalinan
Mengetahui tanda persalinan membantu ibu dan keluarga menentukan kapan perlu menghubungi tenaga kesehatan.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Kontraksi
Kontraksi persalinan biasanya berkembang menjadi lebih teratur, kuat, dan berlangsung lebih lama.
- Lendir bercampur darah
Keluarnya lendir dari vagina yang dapat disertai sedikit darah dapat terjadi ketika serviks mengalami perubahan menjelang persalinan.
- Pecah ketuban
Ketuban dapat pecah sebagai rembesan atau keluarnya cairan yang lebih banyak.
Jika ibu merasa ketuban pecah, sebaiknya segera menghubungi tenaga kesehatan atau fasilitas persalinan untuk mendapatkan arahan
9. Kenali Kondisi yang Membutuhkan Pertolongan Segera
Tidak semua keluhan menjelang persalinan boleh ditunggu di rumah.
Segera cari pertolongan medis apabila terdapat:
• Perdarahan vagina yang banyak.
• Gerakan janin berkurang secara bermakna.
• Pecah ketuban.
• Nyeri hebat atau keluhan yang tidak biasa.
• Sakit kepala berat.
• Gangguan penglihatan.
• Sesak napas berat.
• Kejang.
• Kondisi lain yang membuat ibu merasa sangat tidak sehat.
Pada kondisi darurat, jangan menunda mendapatkan pertolongan hanya karena menunggu kontraksi menjadi lebih kuat.
10. Tetap Lakukan Pemeriksaan Kehamilan
Persiapan persalinan bukan berarti pemeriksaan kehamilan dapat dikurangi atau dihentikan.
Kontrol kehamilan tetap penting untuk memantau kondisi ibu dan janin serta mendeteksi masalah yang mungkin memerlukan penanganan.
WHO merekomendasikan kontak antenatal yang teratur dengan tenaga kesehatan untuk membantu mendeteksi komplikasi dan memberikan dukungan sepanjang kehamilan.
Ibu sebaiknya mengikuti jadwal pemeriksaan yang diberikan dokter atau bidan.

Checklist Persiapan Persalinan
Gunakan checklist berikut agar tidak ada kebutuhan penting yang terlewat.
👩 Untuk Ibu
☐ Pakaian nyaman
☐ Pakaian dalam
☐ Bra menyusui
☐ Perlengkapan mandi
☐ Handuk
☐ Sandal
☐ Pembalut nifas
☐ Perlengkapan menyusui sesuai kebutuhan
👶 Untuk Bayi
☐ Baju bayi
☐ Popok
☐ Bedong/selimut
☐ Kain bayi
☐ Handuk
☐ Pakaian pulang
☐ Car seat bila menggunakan mobil
📑 Dokumen
☐ KTP orang tua
☐ Kartu Keluarga
☐ Buku KIA
☐ Buku nikah/dokumen perkawinan
☐ Dokumen jaminan kesehatan bila digunakan
☐ Hasil pemeriksaan kehamilan
☐ Surat rujukan bila ada
☐ Dokumen administrasi rumah sakit
🚗 Persiapan Lain
☐ Rumah sakit tujuan sudah ditentukan
☐ Transportasi sudah tersedia
☐ Pendamping sudah ditentukan
☐ Nomor rumah sakit tersimpan
☐ Rute menuju rumah sakit diketahui
☐ Birth plan sudah didiskusikan
☐ Tanda-tanda persalinan sudah dipahami
FAQ Seputar Persiapan Persalinan
Kapan sebaiknya mulai menyiapkan tas persalinan?
- Sebaiknya jangan menunggu hingga kontraksi muncul. Tas dapat disiapkan secara bertahap menjelang trimester ketiga atau sesuai kondisi kehamilan dan anjuran tenaga kesehatan.
Apa saja yang harus dibawa saat melahirkan?
- Secara umum, siapkan kebutuhan ibu, perlengkapan bayi, dokumen administrasi, Buku KIA, serta hasil pemeriksaan yang relevan.
Apakah perlu membawa semua perlengkapan bayi?
- Tidak. Bawa barang yang memang dibutuhkan selama perawatan dan perjalanan pulang. Kebutuhan dapat berbeda berdasarkan kebijakan rumah sakit.
Apa yang harus dilakukan jika ketuban pecah?
- Hubungi tenaga kesehatan atau fasilitas persalinan untuk mendapatkan arahan. Jangan mengabaikan pecah ketuban, terutama jika disertai perdarahan, demam, nyeri hebat, atau gerakan bayi berkurang.
Apakah birth plan wajib dibuat?
- Tidak wajib, tetapi dapat membantu ibu mendiskusikan preferensi persalinan dengan tenaga kesehatan. Birth plan tetap harus fleksibel karena keputusan medis dapat berubah sesuai kondisi ibu dan bayi.
Apakah ibu harus menunggu kontraksi semakin kuat sebelum ke rumah sakit?
- Tidak selalu. Waktu datang ke fasilitas kesehatan bergantung pada kondisi ibu, riwayat kehamilan, jarak rumah ke fasilitas kesehatan, instruksi dokter/bidan, serta ada tidaknya tanda bahaya.
Kesimpulan
Persiapan persalinan bukan sekadar menyiapkan tas untuk ibu dan bayi. Persiapan yang baik mencakup kebutuhan fisik, mental, dokumen, transportasi, pendamping, rencana persalinan, serta pemahaman mengenai tanda-tanda persalinan dan kondisi yang membutuhkan pertolongan.
Dengan mempersiapkan semuanya lebih awal, ibu dan keluarga dapat menghadapi proses persalinan dengan lebih tenang dan terorganisir.
Yang paling penting, setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, selalu ikuti rekomendasi dokter atau bidan yang menangani kehamilan Anda.
Sudahkah tas persalinan dan dokumen Anda siap?
Lebih baik mempersiapkannya lebih awal daripada terburu-buru ketika saat persalinan tiba.
Sumber Referensi:
1. World Health Organization. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. WHO; 2016.
2. World Health Organization. WHO recommendations: Intrapartum care for a positive childbirth experience. WHO; 2018.
3. World Health Organization. Promoting healthy pregnancy. Maternal health guidance.
4. World Health Organization. WHO recommendations on maternal and newborn care for a positive postnatal experience. WHO; 2022.
© 2026 DSR / MitraMedic