Lewati ke konten
Kesehatan Wanita & Anak

Kenali Tanda Kanker Payudara Lebih Awal dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

Tim MitraMedic 22 Jul 2026

Kanker Payudara Masih Menjadi Ancaman bagi Wanita

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering didiagnosis pada wanita di seluruh dunia. Meskipun dapat menyerang pria, lebih dari 99% kasus terjadi pada wanita. Kabar baiknya, peluang kesembuhan dapat meningkat secara signifikan apabila kanker ditemukan pada stadium dini, sehingga deteksi dini menjadi salah satu langkah paling penting dalam menurunkan angka kematian akibat penyakit ini.

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan setiap wanita adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Pemeriksaan ini tidak menggantikan pemeriksaan dokter atau mammografi, tetapi membantu wanita mengenali kondisi normal payudaranya sehingga lebih mudah menyadari bila terjadi perubahan yang mencurigakan.

Apa Itu SADARI?

SADARI adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri secara rutin untuk mengenali bentuk, tekstur, dan kondisi normal payudara. Tujuan utamanya bukan untuk mendiagnosis kanker, melainkan meningkatkan kesadaran terhadap perubahan pada payudara (breast awareness) sehingga kelainan dapat segera diperiksakan ke tenaga kesehatan.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan SADARI?

Agar hasil pemeriksaan lebih akurat, lakukan SADARI:

- Wanita yang masih menstruasi: sekitar hari ke-7 sampai hari ke-10 sejak hari pertama haid, ketika payudara tidak lagi terasa bengkak atau nyeri.

- Wanita menopause: pilih satu tanggal yang sama setiap bulan agar mudah diingat.

- Ibu hamil atau menyusui: tetap dapat melakukan SADARI setiap bulan dengan memperhatikan perubahan yang menetap.

Lakukan pemeriksaan minimal satu kali setiap bulan.

Cara Pemeriksaan Payudara Sendiri SADARI

Langkah-Langkah Melakukan SADARI

1. Amati di depan cermin

Perhatikan kedua payudara dengan posisi:

- Tangan di samping tubuh.

- Kedua tangan diangkat ke atas.

- Kedua tangan bertolak pinggang sambil menegangkan otot dada.

Amati apakah terdapat:

- Perubahan ukuran atau bentuk.

- Kulit mengerut seperti kulit jeruk.

- Kemerahan atau pembengkakan.

- Puting tertarik ke dalam.

- Keluar cairan dari puting.

2. Raba saat berdiri atau mandi

Gunakan tiga jari tengah dengan gerakan memutar kecil. Periksa seluruh payudara hingga ke daerah ketiak menggunakan pola melingkar atau pola naik-turun.

3. Raba saat berbaring

Letakkan bantal kecil di bawah bahu sisi yang diperiksa. Angkat tangan di atas kepala, kemudian lakukan pemeriksaan dengan gerakan yang sama hingga seluruh jaringan payudara dan area ketiak teraba.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Segera konsultasikan ke dokter apabila menemukan:

- Benjolan baru yang menetap.

- Penebalan pada salah satu bagian payudara.

- Perubahan ukuran atau bentuk payudara.

- Kulit tampak berkerut atau menyerupai kulit jeruk.

- Puting masuk ke dalam secara tiba-tiba.

- Keluar cairan berdarah atau bening dari puting tanpa dipencet.

- Luka pada puting yang tidak sembuh.

- Pembengkakan pada ketiak.

Perlu diketahui bahwa tidak semua benjolan merupakan kanker, namun setiap benjolan baru tetap memerlukan pemeriksaan oleh dokter.

Apakah SADARI Saja Sudah Cukup?

Jawabannya tidak.

Penelitian menunjukkan bahwa SADARI tidak dapat menggantikan metode skrining seperti mammografi. Namun, wanita yang mengenali kondisi normal payudaranya cenderung lebih cepat menyadari perubahan sehingga dapat segera mencari pertolongan medis.

Oleh karena itu, SADARI sebaiknya dipadukan dengan:

- Pemeriksaan payudara oleh tenaga kesehatan bila diperlukan.

- Mammografi sesuai usia dan faktor risiko.

- USG payudara pada indikasi tertentu sesuai anjuran dokter.

Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi?

Risiko kanker payudara meningkat pada wanita dengan:

- Usia di atas 40 tahun.

- Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium.

- Mutasi gen BRCA1 atau BRCA2.

- Obesitas.

- Konsumsi alkohol.

- Menopause terlambat.

- Tidak pernah hamil atau hamil pertama pada usia lebih tua.

- Penggunaan terapi hormon tertentu dalam jangka panjang.

Meski demikian, kanker payudara juga dapat terjadi pada wanita tanpa faktor risiko yang jelas.

Tips Menjaga Kesehatan Payudara

- Pertahankan berat badan ideal.

- Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu.

- Konsumsi makanan bergizi seimbang.

- Hindari merokok dan batasi alkohol.

- Menyusui apabila memungkinkan.

- Lakukan SADARI setiap bulan dan ikuti jadwal skrining sesuai rekomendasi dokter.

Kesimpulan

SADARI merupakan langkah sederhana, mudah, tanpa biaya, dan dapat dilakukan di rumah untuk membantu mengenali perubahan pada payudara sejak dini. Meskipun bukan alat diagnosis maupun pengganti mammografi, kebiasaan melakukan SADARI secara rutin dapat meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan payudara sehingga kelainan dapat segera diperiksa. Semakin dini kanker payudara ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien.

Referensi

- World Health Organization (WHO). Breast Cancer. Update terbaru.

- International Agency for Research on Cancer (IARC). Global Cancer Observatory (GLOBOCAN).

- Cassidy C, et al. Benefits of Breast Self-Examinations for Medically Underserved Populations. Women's Health. 2025.

- Systematic Review: Breast Self-Examination Practice and Its Determinants among Women in Indonesia. 2023.

- Cochrane Database of Systematic Reviews. Regular Self-Examination or Clinical Examination for Early Detection of Breast Cancer.

© 2026 DSR / MitraMedic

Kembali ke Artikel
Konsultasi