Breast Care dan Pijat Oksitosin: Cara Alami Membantu Memperlancar Produksi ASI
Breast Care dan Pijat Oksitosin, Benarkah Bisa Membantu Memperlancar ASI?
Menyusui merupakan proses alami, tetapi tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Pada masa awal setelah melahirkan, sebagian ibu merasa ASI belum keluar banyak, payudara terasa penuh atau nyeri, bayi sulit melekat dengan baik, atau ibu merasa produksi ASI belum mencukupi kebutuhan bayi.
Kondisi tersebut dapat membuat ibu merasa khawatir dan stres. Padahal, proses menyusui tidak hanya dipengaruhi oleh produksi ASI, tetapi juga oleh refleks pengeluaran ASI (milk ejection reflex), kondisi payudara, teknik pelekatan bayi, frekuensi menyusui, serta kondisi fisik dan emosional ibu.
Salah satu metode nonfarmakologis yang sering digunakan untuk mendukung proses menyusui adalah breast care dan pijat oksitosin
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pijat payudara dan pijat oksitosin berpotensi membantu meningkatkan pengeluaran ASI dan mengurangi beberapa keluhan saat menyusui. Namun, metode tersebut sebaiknya dipandang sebagai terapi pendukung, bukan pengganti evaluasi teknik menyusui dan penyebab produksi ASI yang rendah.
Apa Itu Breast Care?
Breast care atau perawatan payudara adalah serangkaian tindakan yang bertujuan menjaga kesehatan payudara selama masa menyusui sekaligus membantu proses pengeluaran ASI.
Breast care dapat mencakup perawatan puting, stimulasi lembut pada payudara, serta teknik pijat tertentu yang dilakukan dengan cara yang tepat.
Tujuannya bukan sekadar mengeluarkan ASI, tetapi juga membantu ibu merasa lebih nyaman dan mendukung proses menyusui.
Sebuah systematic review yang menilai penggunaan breast massage pada ibu menyusui menemukan bahwa berbagai teknik pijat payudara dapat membantu mengurangi nyeri dalam waktu dekat serta membantu mengatasi beberapa keluhan menyusui. Namun, peneliti juga menekankan bahwa penelitian yang tersedia masih cukup beragam dalam teknik dan kualitasnya, sehingga bukti mengenai peningkatan produksi ASI belum dapat dianggap sebagai bukti yang sangat kuat.
Apa Itu Pijat Oksitosin?
Pijat oksitosin adalah teknik pijat yang umumnya dilakukan pada area punggung, terutama sepanjang tulang belakang hingga area sekitar tulang belikat.
Teknik ini ditujukan untuk membantu ibu menjadi lebih rileks sehingga dapat mendukung kerja hormon oksitosin.
Oksitosin memiliki peran penting dalam proses milk ejection reflex, yaitu refleks yang membantu ASI mengalir dari alveoli menuju saluran ASI dan kemudian keluar melalui puting.
Ketika ibu merasa nyaman dan rileks, refleks pengeluaran ASI dapat berlangsung lebih optimal. Sebaliknya, stres, kecemasan, rasa sakit, dan kelelahan dapat mengganggu proses tersebut.

Penelitian mengenai pijat punggung pada ibu menyusui juga menunjukkan adanya potensi peningkatan kadar oksitosin setelah intervensi pijat, meskipun penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat tetap diperlukan.
Bagaimana Breast Care dan Pijat Oksitosin Membantu Produksi ASI?
Produksi ASI dipengaruhi oleh mekanisme hormonal sekaligus prinsip supply and demand.
Ketika bayi menyusu atau ASI dikeluarkan secara efektif dan teratur, tubuh menerima sinyal untuk terus memproduksi ASI. Academy of Breastfeeding Medicine menjelaskan bahwa pengeluaran ASI yang teratur dan efektif berperan penting dalam mempertahankan produksi ASI.
Sementara itu, pijat dan kondisi rileks dapat membantu mendukung refleks pengeluaran ASI.
Secara sederhana, mekanismenya dapat digambarkan sebagai berikut:
Bayi menyusu atau ASI dikeluarkan → stimulasi payudara → prolaktin mendukung produksi ASI + oksitosin membantu pengeluaran ASI → ASI lebih mudah mengalir.
Karena itu, breast care dan pijat oksitosin sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari dukungan menyusui secara menyeluruh, bukan sebagai satu-satunya metode untuk meningkatkan produksi ASI.
Manfaat Breast Care dan Pijat Oksitosin untuk Ibu Menyusui
1. Membantu memperlancar pengeluaran ASI
Breast care dan pijat dapat membantu mendukung proses pengeluaran ASI. Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan volume ASI setelah intervensi pijat tertentu, meskipun hasil penelitian belum seragam.
2. Membantu ibu lebih rileks
Rasa nyaman dan relaksasi sangat penting dalam proses menyusui. Intervensi yang membantu menurunkan stres dapat mendukung proses refleks pengeluaran ASI.
Penelitian mengenai berbagai intervensi relaksasi juga menunjukkan adanya potensi manfaat terhadap beberapa hasil menyusui, meskipun efektivitas setiap metode dapat berbeda.
3. Membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada payudara
Breast massage dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan penurunan nyeri payudara dan perbaikan beberapa keluhan menyusui.
4. Mendukung proses menyusui pada masa awal postpartum
Masa awal setelah melahirkan merupakan periode penting untuk membangun keberhasilan menyusui. Dukungan menyusui, edukasi, serta bantuan tenaga kesehatan dapat membantu ibu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan menyusui.
WHO merekomendasikan konseling menyusui diberikan sejak masa kehamilan, dilanjutkan setelah persalinan, dan dilakukan secara berkesinambungan sesuai kebutuhan ibu dan bayi.
Cara Melakukan Breast Care dengan Aman
Breast care sebaiknya dilakukan dengan sentuhan lembut dan tidak menimbulkan rasa sakit
Secara umum, ibu dapat:
1. Mencuci tangan sebelum menyentuh payudara.
2. Memilih posisi yang nyaman dan rileks.
3. Memeriksa kondisi payudara dan puting secara perlahan.
4. Melakukan sentuhan atau pijatan lembut pada area payudara.
5. Menghindari tekanan yang terlalu kuat.
6. Bila perlu, melakukan pemerahan dengan tangan menggunakan teknik yang telah diajarkan oleh tenaga kesehatan.
7. Melanjutkan menyusui atau memerah ASI secara efektif sesuai kebutuhan bayi.
Teknik yang tepat sebaiknya diajarkan langsung oleh konselor laktasi, bidan, perawat, atau tenaga kesehatan yang kompeten, terutama bila ibu mengalami nyeri, bendungan ASI, atau kesulitan menyusui.
Bagaimana Pijat Oksitosin Dilakukan?
Pijat oksitosin umumnya dilakukan pada area punggung dengan posisi ibu duduk atau berbaring nyaman.
Secara umum:
1. Ibu mengambil posisi yang nyaman.
2. Punggung dapat dibuat lebih mudah diakses oleh orang yang membantu melakukan pijat.
3. Pijat dilakukan secara lembut di sepanjang area punggung yang menjadi lokasi teknik pijat oksitosin.
4. Tekanan disesuaikan dengan kenyamanan ibu.
5. Selama pijat, ibu dianjurkan bernapas secara perlahan dan mencoba rileks.
6. Setelah selesai, ibu dapat melanjutkan menyusui atau memerah ASI bila diperlukan.
Penting: teknik pijat sebaiknya tidak dilakukan dengan tekanan berlebihan atau sampai menimbulkan nyeri.
Apakah Pijat Oksitosin Saja Cukup untuk Membuat ASI Banyak?
Belum tentu
Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami ibu menyusui.
Pijat oksitosin dapat membantu mendukung refleks pengeluaran ASI dan membuat ibu lebih rileks, tetapi produksi ASI tetap sangat dipengaruhi oleh seberapa sering dan efektif ASI dikeluarkan.
Jika bayi jarang menyusu, pelekatan kurang efektif, terdapat masalah pada transfer ASI, atau ibu jarang memerah saat terpisah dari bayi, pijat saja mungkin tidak cukup.
Karena itu, jika ibu merasa ASI sedikit, evaluasi sebaiknya mencakup:
* posisi dan pelekatan bayi;
* frekuensi menyusui;
* efektivitas hisapan bayi;
* frekuensi buang air kecil bayi;
* kenaikan berat badan bayi;
* kondisi payudara dan puting;
* frekuensi pemerahan bila menggunakan pompa;
* kondisi kesehatan ibu dan bayi.
WHO juga menekankan pentingnya konseling dan dukungan menyusui yang dilakukan oleh tenaga kesehatan atau konselor yang terlatih.
Tips Agar Produksi ASI Lebih Optimal
Selain breast care dan pijat oksitosin, beberapa langkah berikut dapat membantu mendukung keberhasilan menyusui:
1. Susui bayi sesuai kebutuhan
Menyusui secara responsif membantu memberikan stimulasi yang diperlukan tubuh untuk mempertahankan produksi ASI.
2. Pastikan pelekatan bayi benar
Pelekatan yang baik membantu bayi mendapatkan ASI secara efektif dan mengurangi risiko puting lecet atau nyeri.
3. Lakukan skin-to-skin contact
Kontak kulit ibu dan bayi dapat membantu membangun kedekatan serta mendukung proses menyusui.
4. Perah ASI bila ibu dan bayi harus terpisah
Jika bayi tidak dapat menyusu langsung, pemerahan ASI secara teratur dapat membantu mempertahankan stimulasi payudara.
5. Cukupi kebutuhan makan dan minum
Ibu menyusui membutuhkan asupan makanan bergizi dan cairan yang cukup untuk menunjang kondisi tubuh selama menyusui.
6. Istirahat dan kelola stres
Kelelahan dan stres dapat membuat pengalaman menyusui menjadi lebih berat. Dukungan dari pasangan dan keluarga sangat penting.
7. Jangan terburu-buru menggunakan suplemen pelancar ASI
Tidak semua produk atau herbal yang disebut sebagai "pelancar ASI" memiliki bukti ilmiah yang kuat. Jika ibu merasa produksi ASI rendah, penyebabnya sebaiknya dievaluasi terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan. Academy of Breastfeeding Medicine juga menekankan pentingnya mengevaluasi faktor medis dan manajemen menyusui sebelum mempertimbangkan galaktagog.
Jangan Memijat Payudara Terlalu Keras
Walaupun massage dapat memberikan manfaat tertentu, lebih kuat bukan berarti lebih efektif.
Pijatan payudara yang terlalu keras dapat menyebabkan rasa sakit atau trauma pada jaringan payudara.
Terutama bila ibu mengalami payudara bengkak, nyeri, atau dugaan mastitis, hindari melakukan pijatan dalam atau agresif tanpa arahan tenaga kesehatan.
Jika terdapat kemerahan yang semakin luas, nyeri berat, demam, menggigil, atau kondisi tidak membaik, ibu sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Kapan Ibu Perlu Berkonsultasi dengan Konselor Laktasi
Ibu sebaiknya mencari bantuan tenaga kesehatan apabila:
* bayi sulit melekat pada payudara;
* puting terus-menerus lecet atau berdarah;
* bayi tampak tidak mendapatkan ASI yang cukup;
* berat badan bayi tidak bertambah sesuai harapan;
* ibu merasa produksi ASI terus menurun;
* payudara sangat nyeri atau bengkak;
* terdapat kemerahan pada payudara disertai demam;
* ibu merasa sangat cemas atau kewalahan menghadapi proses menyusui.
Semakin cepat masalah menyusui dievaluasi, semakin besar peluang masalah tersebut dapat ditangani sebelum mengganggu keberlanjutan pemberian ASI.
Kesimpulan
Breast care dan pijat oksitosin dapat menjadi salah satu cara nonfarmakologis yang membantu mendukung proses menyusui.
Breast massage berpotensi membantu mengurangi nyeri dan beberapa masalah payudara, sementara pijat oksitosin ditujukan untuk membantu relaksasi dan mendukung refleks pengeluaran ASI.
Namun, keduanya bukan "obat ajaib" untuk meningkatkan produksi ASI. Faktor paling penting tetap mencakup pelekatan bayi yang tepat, frekuensi dan efektivitas pengeluaran ASI, kondisi kesehatan ibu dan bayi, serta dukungan menyusui yang memadai.
Jika ibu mengalami masalah produksi atau pengeluaran ASI, jangan ragu meminta bantuan bidan, perawat, dokter, atau konselor laktasi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Referensi Ilmiah
1. Anderson L, Kynoch K, Kildea S, Lee N. Effectiveness of breast massage for the treatment of women with breastfeeding problems: a systematic review. JBI Database System Rev Implement Rep. 2019.
2. Triansyah A, et al. The effect of oxytocin massage and breast care on the increased production of breast milk of breastfeeding mothers. Gaceta Sanitaria. 2021.
3. Academy of Breastfeeding Medicine. ABM Clinical Protocol #9: Use of Galactogogues in Initiating or Augmenting Maternal Milk Production. Breastfeeding Medicine. 2018.
4. WHO. Guideline: Counselling of women to improve breastfeeding practices. World Health Organization. 2018.
5. WHO. Implementation guidance on counselling women to improve breastfeeding practices. World Health Organization. 2021.
6. Mollaahmetoglu SE, Guvenc G. The Effect of Breast Massage and Warm Compress Application on Milk Production and Anxiety in Mothers with Premature Newborn: A Randomized Controlled Trial. Breastfeeding Medicine. 2025.
© 2026 DSR / MitraMedic